Diam!! Aku Sedang Memakimu

Aaakkhhh…..!!!
Aku hanya bisa menarik nafasku dalam-dalam.
Aku kehabisan kata.
Pilihan kalimatku saat ini – DIAM..!!

Kalau diam itu lebih baik dari pada bicara, maka diamlah.
Diam juga sebuah sikap,
jangan mengira diam itu bukan sebuah keputusan.
Diam itu protes.

Tidakkah kau dengar..? Diam.!! aku sedang memakimu..!!
Diamlah….. Sejenak saja!!
Sekalipun nafasmu, jangan perdengarkan.

Diamlah….. Sejenak saja !!
Aku tak ingin ada yg berisik, sekalipun itu desahan nafasmu.
Aku sedang mendengar detak kerinduanmu.
Aku sedang menghitung denyut hatimu yang memanggil-manggil namaku.

Diamlah…..
Aku sedang mengayutkan jiwaku pada aliran darahmu.
Diamlah…..
Biarkan suara-suara diam itu berteriak dan hanya kita yg bisa memaknainya.
Memaknailah Diam…..

Bicaralah dengan matamu, aku mengerti..!
Berkatalah dengan hatimu, aku bisa memaknainya..!
Jangan bicara dengan kedua bibirmu, karena darinya, tidak kutemukan makna apapun..!
Diamlah……
Aku Mengerti !!!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.